PT. BUMI Hadapi Utang Jatuh Tempo US$ 437,29 Juta
Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menghadapi utang jatuh tempo dari dua kreditur senilai US$ 437,29 juta. Keduanya telah menyatakan kesiapannya mengkonversi utang tersebut menjadi saham baru yang akan diterbitkan BUMI.
Namun menurut Direktur BUMI, Dileep Srivastava, perseroan belum menentukan pihak mana yang akan mengkonversi utangnya menjadi saham baru BUMI.
“Bisa siapa saja, belum ditentukan. Diperkirakan selesai (transaksi) sampai 30 September. Namun kami harap bisa lebih cepat,” ujar Dileep usai RUPS Tahunan di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (24/6/2010).
BUMI berencana menerbitkan 1.940.400.000 saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias penerbitans aham baru non-preemtive rights. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 2.366 per saham atau totalnya senilai Rp 4,590 triliun. Nilai tersebut akan dikonversikan terhadap utang-utang perseroan.
Sedikitnya terdapat 4 pihak yang berpotensi menyerap seluruh saham baru tersebut. Keempatnya merupakan kreditur-kreditur perseroan.
Empat kreditur tersebut adalah
- Country Forest limited, anak usaha China Investment Corporation (CIC) berdasarkan perjanjian kredit 18 September 2009.
- Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.
- Credit Suisse berdasarkan perjanjian kredit 29 Oktober 2009.
- JP Morgan Chase Bank berdasarkan perjanjian kredit 14 Desember 2009.
Hingga triwulan I-2010, total utang perseroan tercatat sebesar US$ 3,5 miliar dengan nilai jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 442,78 juta. Utang-utang jatuh tempo ini dipastikan akan lunas pada saat penerbitan saham baru rampung September 2010.
Dari utang yang jatuh tempo tersebut, dua diantarannya adalah utang jatuh tempo kepada Credit Suisse sebesar US$ 291,37 juta dan JP Morgan sebesar US$ 145,92 juta. Totalnya sebesar US$ 437,29 juta.
Sedangkan utang kepada Raiffeisen sebesar US$ 80,14 juta dan Country Forest (CIC) sebesar US$ 1,9 miliar tidak jatuh tempo tahun ini.
Sayangnya Dileep belum dapat memastikan konversi utang ke saham akan dilakukan kepada pihak yang mana dari 4 kreditur yang berpeluang mengkonversi seperti disebutkan di atas.
Namun melihat nilai penerbitan saham baru BUMI sebesar US$ 4,59 triliun yang berjumlah tak jauh berbeda dengan utang jatuh tempo tahun ini sebesar US$ 437,29 juta, besar kemungkinan konversi utang ke saham akan dilakukan kepada Credit Suisse dan JP Morgan.
“Perseroan saat ini masih dalam tahap akhir finalisasi dengan para kreditur tersebut, pelunasan dapat dilakukan pada satu atau lebih kreditur, tergantung kesepakatan antara perseroan dengan masing-masing kreditur,” ujarnya.
Sementara pemegang saham telah menyetujui rencana penerbitan 10% saham baru senilai Rp 4,590 triliun untuk mengkonversi utang kepada kreditur-kreditur perseroan.
detikfinance
Baca Juga
| Bersama Vallar, BUMI Akan Bayar Utang JAKARTA, KOMPAS.com โ Setelah sukses masuk bursa London melalui Vallar Plc, PT Bumi Resources Tbk (BUMI)... | Satelit Rusia Jatuh di Lautan Pasifik Satelit Rusia Jatuh di Lautan Pasifik Satelit luar angkasa Rusia, Phobos Grunt, sesuai perkiraan jatuh... | SUMUT digoyang gempa 5,0 SR JAKARTA - Kembali tanah air digoyang gempa bumi, kali ini adalah daerah SUMUT. Gempa bumi berkekuatan... | Pengadilan Kabulkan Penangguhan Utang Mandala Utang Mandala Airlines yang belum dibayar sekitar Rp800 miliar.... |








Tweet This
Share on Facebook
Digg This
Save to delicious
Stumble it
RSS Feed








