Laba Bank Danamon meningkat 65%


Untuk semester pertama 2010 ini PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berhasil meraup laba bersih setelah pajak konsolidasi sebesar Rp1,433 triliun. Capaian yang cukup luar biasa yang berhasil diraih PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Angka ini meningkat sebesar 65 persen dari Rp870 miliar yang dicatatkan untuk periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini dikontribusikan oleh percepatan pertumbuhan kredit, khususnya di segmen kredit mass-market dan marjin usaha yang stabil.

Total kredit Danamon mencapai Rp71,074 triliun pada akhir semester pertama 2010, tumbuh dari Rp61,586 triliun setahun yang lalu. Dalam kuartal kedua 2010, kredit Danamon naik 10 persen, dari Rp64,447 triliun pada akhir Maret 2010.

Kinerja keuangan Danamon untuk semester pertama lalu dikontribusikan oleh pertumbuhan 10 persen dalam pendapatan bunga bersih (net interest income) yang mencapai Rp4,843 triliun dari Rp4,419 triliun pada semester pertama tahun 2009.

Peningkatan ini memungkinkan Danamon untuk mempertahankan margin bunga bersih (net interest margin) yang mencapai 11,6 persen di akhir paruh pertama tahun ini dibandingkan 10 persen pada akhir semester pertama tahun lalu.

Sementara itu, biaya kredit (cost of credit) Danamon mencapai Rp562 miliar, turun tiga persen dari kuartal sebelumnya.

Dengan demikian, Return on Average Asset (ROAA) Danamon mencapai tiga persen pada kuartal kedua tahun ini sementara Return on Average Equity (ROAE) mencapai 19,3 persen terlepas dari tingkat kapitalisasi Danamon relatif yang tinggi.

Pada akhir semester pertama 2010, Rasio Kecukupan Modal (CAR) Danamon berada di antara yang tertinggi di Indonesia pada tingkat 18 persen dengan memperhitungkan risiko operasional.

Kredit mass-market; yang meliputi pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak perusahaan Adira Finance (Adira), terus menjadi penggerak bagi pertumbuhan kredit Danamon. Kredit di segmen mass-market ini secara gabungan mencatatkan pertumbuhan sebesar 34 persen sepanjang semester pertama 2010.

DSP membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen dari kuartal sebelumnya menjadi Rp13,745 triliun, sementara pembiayaan Adira mencapai Rp24,184 triliun, atau naik 43 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kredit dari segmen lain dalam buku Danamon mencakup kredit usaha kecil menengah (UKM) dan komersial, yang tercatat sebesar 25 persen dari total kredit Danamon; kredit ritel dan wholesale yang membentuk masing-masing tujuh persen dan 12 persen  dari total kredit Bank sampai dengan 30 Juni 2010.

Rasio kredit bermasalah atau NPL (gross) Danamon turun menjadi 3,4 persen per 30 Juni 2010 dari empat persen di akhir kuartal sebelumnya.

okezone

Baca Juga

Sodok Indosat, XL Bayangi Telkomsel JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja PT XL Axiata Tbk (XL) tampil kinclong tahun lalu. Perusahaan telekomunikasi...
BI: Soal Kredit, Bank BUMN Kalah dari Swasta Sebab, bank pemerintah itu mengalami minus Rp13 triliun dari target Rencana Bisnis Bank....
BI Usul Kecilkan Dividen, Bank BUMN Senang Penarikan dividen yang lebih kecil akan berdampak signifikan pada bank-bank BUMN....
Saham Bank Pelat Merah Diincar Investor Saham bank milik pemerintah dinilai dapat melakukan 'perlawanan' pada transaksi hari ini....

Leave a Reply


promote podcast Partly powered by CleverPlugins.com

Load Times Plugin made by Ares Free Download

narnooke's Profile on Ping.sg  promote podcast