Industri Sepeda Motor Indonesia: Domestik Gagah, Ekspor Rendah


JAKARTA, KOMPAS.com –  Indonesia boleh saja bangga dengan pasar sepeda motor yang terus membengkak. Tahun ini diperkirakan mencatat rekor baru, di atas 7 juta unit. Buktinya, sampai akhir November penjualan sudah mencapai 6,88 juta unit yang berarti setiap bulan lebih setengah juta sepeda motor terjual di Indonesia. 

Tetapi bagaimana dengan ekspornya?  Seperti langit dan bumi! Sampai akhir November 2010 – berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), baru mencatat 26.349 unit.  

Saat ini, ada 6 merek atau produsen sepeda motor yang berada di bawah naungan AISI, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kanzen dan TVS. Catatan ekspor keenam produsen tersebut: Yamaha 16.800 unit (63,7 persen) dengan tiga model yakni Vega ZR, Jupiter Z dan Jupiter MX. Kedua, TVS (anggota termuda AISI), 3.657 unit (Neo, Rockz dan Apache), Kawasaki 3.436 unit (KLX 150 dan Ninja150), Honda 2.446 unit (Revo, Supra X, Mega Pro dan TIger) dan Suzuki hanya 10 unit (Skydrive, Shogun dan Thunder).

Proteksi Industri Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia mengatakan, ekspor sepeda motor CBU dari Indonesia kecil karena  setiap negara memproteksi dengan mengenakan pajak tinggi untuk barang impor. “Ekspor tertinggi Yamaha ke  Filipina,” jelas  Dyon.

Sebelumnya, Presiden Direktur TVS Indonesia, BLP Simha menjelaskan Indonesia merupakan basis produksi TVS khusus untuk model bebek. Karena itu, seluruh model bebek yang dipasarkan di dunia dipasok dari Indonesia.

CKD

Awal tahun ini, TVS  baru memulai ekspor ke sejumlah negara di Amerika Selatan dan Afrika antara lain, Nigeria, Republik Dominika dan Brasil.  Dyonisius Beti menambahkan, dibandingkan dengan CBU, ekspor terurai (CKD) jauh lebih besar, yaitu 100.000 kemasan pada tahun ini. Sayang tidak dirinci.

“Mayoritas dikirim ke negara-negara ASEAN. Juga ada ke Amerika Latin. Kinerja ekspor ini sangat tergantung pada kondisi perekonomian global. Sekarang baru usai krisis,” jelas Dyon. Karena itulah, tahun depan, target ekspor Yamaha tidak muluk-muluk. “Kita perkirakan stabil, sama seperti tahun ini,” tutup Dyon.

Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

Incoming search terms:

No related posts.

Leave a Reply


Close

Grab This From : Program sukses
promote podcast Partly powered by CleverPlugins.com

narnooke's Profile on Ping.sg  promote podcast